Disnaker Medan Kolaborasi dengan ISTP dan PT Tradepro untuk Tingkatkan Kompetensi Pencari Kerja

Dalam dunia yang semakin kompetitif, keahlian dan kompetensi menjadi kunci utama bagi pencari kerja. Di Medan, upaya untuk meningkatkan kemampuan calon tenaga kerja terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan. Dengan menjalin kerjasama antara Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP) dan PT Tradepro, Disnaker Medan mengambil langkah strategis untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja. Kegiatan ini diadakan di kampus ISTP pada Rabu, 8 April 2026, dan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Kompetensi
Kerja sama ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, terutama dalam bidang perdagangan berjangka yang masih tergolong baru. Ramaddan menekankan pentingnya inisiatif ini sebagai langkah konkret untuk memastikan mahasiswa siap sebelum memasuki dunia kerja. Ia menjelaskan, “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar.” Dengan mempersiapkan mereka sejak dini, diharapkan lulusan dapat bersaing dengan baik setelah menyelesaikan studi.
Ramaddan juga menekankan urgensi menyiapkan kompetensi selama masa kuliah, bukan hanya setelah lulus. “Kolaborasi ini merupakan jembatan antara dunia industri dan kampus,” ujarnya. Dengan demikian, mahasiswa akan memiliki panduan yang jelas mengenai arah karir mereka setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Mendorong Kesiapan Tenaga Kerja di Seluruh Perguruan Tinggi
Rencana Disnaker Medan ke depan adalah memperluas program ini ke lebih banyak perguruan tinggi. Hal ini bertujuan untuk meratakan kesiapan tenaga kerja di berbagai sektor, termasuk peningkatan kompetensi bagi tenaga pengajar. Melalui langkah ini, diharapkan semua lulusan memiliki standar kompetensi yang memadai untuk memasuki dunia kerja.
Apresiasi dari ISTP dan Pelatihan bagi Mahasiswa
Rektor ISTP, Semangat MT Debataraja, mengapresiasi peran Disnaker Medan yang telah memfasilitasi kerjasama ini. Ia menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Tradepro yang berfokus pada sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) merupakan langkah yang sangat berarti. “Program ini memberikan manfaat besar bagi mahasiswa semester akhir, karena mereka dapat mengikuti pelatihan dan sertifikasi sebelum lulus,” ungkapnya dengan antusias.
Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi, mahasiswa dapat lebih mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. “Mereka akan memiliki keunggulan yang lebih saat lulus, karena sudah memiliki skill yang dibutuhkan oleh industri,” tambah Semangat.
Pemaparan oleh PT Tradepro
Direktur PT Tradepro, Hendri Trisna Harjaya, bersama Komisaris Ramadan, memberikan pemaparan yang komprehensif mengenai dinamika industri. Mereka menjelaskan mekanisme rekrutmen, program pelatihan, dan peluang kolaborasi dengan sektor-sektor strategis. Sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai program studi turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang diakhiri dengan sesi diskusi yang interaktif.
Menyiapkan Mahasiswa untuk Tantangan Dunia Kerja
Dalam arahannya, Ramaddan mengingatkan mahasiswa bahwa dunia kerja bergerak dengan sangat cepat. Ia menekankan bahwa untuk dapat bersaing, kesiapan harus dimulai sejak dini. “Kompetensi yang dibutuhkan di industri terus berubah. Oleh karena itu, tidak cukup hanya mengandalkan ijazah,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa jika tidak cepat beradaptasi, mahasiswa akan tertinggal. “Kompetensi harus disiapkan dari sekarang, bukan setelah lulus,” ujarnya. Sertifikasi dan pengalaman praktis menjadi nilai tambah yang sangat penting di mata industri. Ramaddan meyakini bahwa seharusnya mahasiswa sudah memiliki peluang kerja sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.
Pengalaman Praktis dan Portofolio
Ramaddan juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan pelatihan dan program magang. “Ini adalah cara terbaik untuk membangun portofolio dan kesiapan kerja,” katanya. Ia menekankan pentingnya menjalani magang dengan serius, sehingga mahasiswa dapat memperoleh keterampilan yang nyata dan relevan.
Di akhir arahannya, Ramaddan mencatat bahwa persaingan di pasar kerja di Kota Medan cukup ketat, dengan sekitar 110 ribu pencari kerja setiap tahunnya. Oleh karena itu, meningkatkan kompetensi menjadi kunci utama agar lulusan dapat bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
Kesimpulan
Kerjasama antara Disnaker Medan, ISTP, dan PT Tradepro menjadi langkah positif dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui pelatihan dan sertifikasi, mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi mereka dan siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan lulusan tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh industri.

